Detail Berita

Strategi Papua Tengah: Kopi dan Kakao Jadi Andalan Baru Tekan Kemiskinan

Dogiyai - Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengembangan komoditas unggulan seperti kopi dan kakao. Program ini juga memberikan dampak langsung terhadap pertanian di wilayah pegunungan, termasuk Kabupaten Dogiyai.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan penanaman sebanyak satu juta pohon kopi yang akan tersebar di sejumlah daerah, termasuk Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pembinaan intensif kepada petani. Di wilayah seperti Dogiyai, pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil pertanian masyarakat.

Pembinaan Petani untuk Tingkatkan Produksi

Pembinaan yang diberikan mencakup berbagai aspek teknis, seperti:

  • pemangkasan tanaman
  • pemberian pupuk yang tepat
  • pengendalian hama
  • proses panen dan pascapanen

Langkah ini bertujuan agar hasil kopi dari Papua Tengah, termasuk dari Dogiyai, memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun ekspor.

Kakao Jadi Komoditas Unggulan

Selain kopi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp65 miliar untuk pengembangan kakao, khususnya di Nabire. Namun secara kebijakan, pengembangan kakao ini juga berdampak pada wilayah lain seperti Dogiyai yang memiliki potensi lahan luas.

Kopi bahkan dijuluki sebagai “emas hitam” karena nilai ekonominya yang tinggi dan peluang ekspor yang menjanjikan.

Dampak ke Ekonomi Masyarakat Dogiyai

Dalam jangka waktu lima tahun, program ini ditargetkan mampu:

  • meningkatkan pendapatan petani
  • membuka lapangan kerja
  • mengurangi kemiskinan

Bagi masyarakat Dogiyai, sektor pertanian dan perkebunan menjadi tulang punggung ekonomi, sehingga kebijakan ini memiliki dampak yang signifikan.

Pemerintah juga mendorong pengembangan koperasi dan UMKM sebagai bagian dari hilirisasi produk kopi dan kakao. Koperasi diharapkan dapat menjadi penghubung antara petani dengan pasar yang lebih luas.

Pengembangan kopi dan kakao menjadi strategi utama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bagi Kabupaten Dogiyai, kebijakan ini membuka peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang berkelanjutan.


Share post :